Mengatasi Rambut Rontok Setelah Kemoterapi

Mengatasi Rambut Rontok Setelah Kemoterapi

Pengobatan kanker menggunakan kemoterapi memiliki efek samping, salah satunya yaitu menyebabkan rambut rontok. Oleh sebab itu, banyak penderita kanker yang menolak untuk melakukan kemoterapi, terutama bagi waita. Hal ini tentu dapat dimaklumi sebab rambut merupakan mahkota yang sangat penting bagi seorang wanita.

 Mengatasi Rambut Rontok Setelah Kemoterapi

Sebenarnya, kerontokan rambut yang disebabkan oleh kemoterapi ini hanya bersifat sementara. Yang terjadi pada beberapa kasus, rambut yang rontok akibat kemoterapi akan tumbuh kembali secara normal dalam beberapa bulan setelah kemoterapi. Tingkat kerontokan rambut ini berbeda-beda pada masing-masing orang. Tergantung dari obat yang digunakan saat kemoterapi dan kondisi rambut itu sendiri. Lalu sebenarnya apa penyebab rambut rontok setelah kemoterapi? Berikut ulasannya.

Penyebab rambut rontok setelah melakukan kemoterapi

Untuk mengetahui mengapa kemoterapi menyebabkan rambut rontok, baiknya pahamilah dulu bagaimana sistem kerja kemoterapi dalam penyembuhan kanker. Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang bertujuan untuk memodifikasi sel-sel kanker sehingga tidak lagi tumbuh. Namun kenyataannya, kemoterapi bukan hanya membunuh sel kanker, tapi juga mengganggu sel-sel normal yang sehat pada tubuh. Kemoterapi dapat membunuh sel kanker pada tubuh sekaligus merigikan sel tubuh yang sehat. Karena kemoterapi ini dapat membahayakan sel tubuh yang sehat, oleh karenanya dalam melakukan kemoterapi juga harus diberikan jeda. Ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi sel tubuh untuk memulihkan diri.

Mengatasi rambut rontok akibat kemoterapi

Untuk dapat menyuburkan kembali rambut yang rontok setelah melakukan kemoterapi, berikut tips yang bisa Anda lakukan:

  • Ketika tahap awal rambut mulai tumbuh setelah selesai melakukan kemoterapi, penting untuk tetap menggunakan pelembab pada rambut. Ini bertujuan untuk mengurangi rasa gatal akibat rambut mulai tumbuh kembali.
  • Gunakan topi, syal, wig atau lainnya yang sejenis yang dapat melindungi kulit kepala. Hal ini bermaksud untuk melindungi kulit kepala dari sinar matahari langsung.
  • Saat rambut mulai tipis, mulanya mungkin Anda akan mendapati rambut Anda sangat tipis. Cara mengatasi rambut akibat kemoterapi yang seperti ini yaitu dengan memotongnya untuk sementara waktu. Anda juga harus menghindari penggunaan pewarna rambut, pengeriting rambut, rebonding, dan tindakan lainnya yang bisa membahayakan rambut. Kandungan bahan kimia pada produk-produk rambut tersebut dapat mengganggu rambut Anda yang baru mulai tumbuh setelah kemoterapi.
  • Gunakanlah sisir dengan bulu lembut untuk menyisir rambut Anda. Lakukanlah dengan cara yang lembut agar tidak merusak rambut Anda.
  • Gunakan shampo lembut saat keramas. Dan keringkan rambut dengan cara alami. Hindari menggunakan pengering rambut atau hair dreyer. Panas pada hair dreyer dapat membuat rambut Anda rusak karena baru mulai tumbuh kembali.
  • Gunakan penutup kepala ketika Anda mau tidur. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gesekan antara rambut dengan bantal yang bisa menyebabkan kerontokan rambut lagi.
  • Sebaiknya Anda juga sering memotong rambut. Dengan memotongnya secara teratur, maka akan merangsang pertumbuhannya agar lebih subur.

Mengatasi rambut rontok setelah kemoterapi memang tidak terlalu sulit. Yang dibutuhkan hanyalah kesabaran Anda dalam merawat rambut agar rambut bisa tumbuh normal kembali.